Rabu, 25 Mei 2011

KETERAMPILAN PENGELOLAAN KELAS


BAB I
PENDAHULUAN

A.     LATAR BELAKANG
Mengajar adalah proses penyampaian atau penerusan pengetahuan, mengajar sesuatu yang sifatnya kompleks, dengan menggunakan berbagai keterampilan secara untegratif untuk menyampaikan pesan atau materi. Maka keterampilan salah satu yang harus dimilikioleh pendidik sebagai tenaga pengajar adalah keterampilan pengelolaan kelas. Keterampilan pengelolaan kelas merupakan salah satu keterampilan penting yang harus dikuasai guru.karena pengelolaan kelas sendiri lebih menekankan pada kegiatan perncanaan, pelaksanaan, evaluasi dan tindak lanjut suatu pelajaranyang kesemuaannya tersebut dilakukan untuk menciptakan dan mempertahankan kondisiyang optimal dalam proses belajar mengajar.maka dalam makalah ini akan dijelaskan atau dipaparkan secara jelas dan detail.

B.    RUMUSAN MASALAH
Dari latar belakang yang telah di uraikan diatas maka penulis dapat mrumuskan beberapa masalah, antara lain:
1.      Bagaimana definisi dari ketrampilan pengelolaan kelas?
2.      Apa saja komponen-komponen dalam ketrampilan pengelolaan kelas?
3.      Apakah prinsip-prinsip yang terdapat dalam ketrampilan pengelolaan kelas?
4.      Apakah tujuan dari adanya ketrampilan pengelolaan kelas?
5.      Apa saja pendekatan yang digunakan dalam ketrampilan pengelolaan kelas?

C.    TUJUAN MASALAH
Dari rumusan masalah diatas penulis mempunyai beberapa tujuan, antara lain:
1.      Mahasiswa mengetahui  definisi dari ketrampilan pengelolaan kelas
2.      Mahsiswa mengetahui komponen-komponen dalam ketrampilan pengelolaan kelas
3.      Mahasiswa mengetahui prinsip-prinsip yang terdapat dalam ketrampilan pengelolaan kelas
4.      Mahasiswa mengetahui tujuan dari adanya ketrampilan pengelolaan kelas bagi siswa, pendidik serta proses belajar mengajar
5.      Mahasiswa mengetahui beberapa pendekatan yang digunakan dalam ketrampilan pengelolaan kelas.
 

BAB II
PEMBAHASAN
KETERAMPILAN PENGELOLAAN KELAS

A.     Pengertian
Pengelolaan kelas terdiri dari dua kata yaitu, pengelolaan dan kelas. Pengelolaan itu sendiri akar katanya adalah “ kelola“, ditambah awalan “pe” dan akhiran “an”.Istilah lain dari pengelolaan kelas adalah manajemen. Manajemen adalah kata aslinya dari bahasa inggris, yaitu management. Yang berarti ketatalaksanaan, tatapimpinan, pengelolaan. Secara umum Suharsimi mengatakan bahwa manajemen atau pengelolaan adalah pengadministrasian, pengaturan atau penataan suatu kegiatan[1].
Sedangkan kelas menurut Oemar hamalik (1987:31), adalah suatu kelompok orang yang melakukan kegiatan belajar bersama, yang mendapat pengajaran dari guru[2].
Pengelolaan kelas adalah suatu usaha yang dilakukan oleh penanggung jawab kegiatan belajar mengajar atau yang membantu dengan maksud agar dicapai kondisi optimal sehingga dapat terlaksana kegiatan belajar seperti yang diharapkan[3].
Sedangkan menurut Hadari Nawawi menyatakan bahwa pengelolaan kelas adalah kemampuan guru dalam mendayagunakan potensi kelas berupa pemberian kesempatan yang seluas-luasnya pada setiap personal untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang kreatif dan terarah sehingga waktu dan dana yang tersedia dapat dimanfaatkan secara efisien untuk melakukan kegiatan-kegiatan kelas yang berkaitan dengan kurikulum dan perkembangan murid[4].
Menurut Sudirman N, dkk, Pengelolaan kelas adalah upaya mendayagunakan potesi kelas[5].
Dari beberapa pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa pengelolaan kelas adalah upaya mendayagunakan potensi kelas yang dilakukan oleh penanggungjawab kegiatan belajar-mengajar agar dicapai kondisi optimal sehingga dapat terlaksana kegiatan pembelajaran sesuai dengan tujuan yang diharapkan.
Jadi secara spesifik Keterampilan pengelolaan kelas adalah keterampilan guru untuk menciptakan dan memelihara kondisi belajar yang optimal dan mengembalikannya bila terjadi gangguan dalam proses belajar mengajar[6]. Dengan kata lain kegiatan-kegiatan untuk menciptakan dan mempertahankan kondisi yang optimal bagi terjadinya proses belajar mengajar. Misalnya menghentikan tingkah laku siswa yang menyelewengkan perhatian kelas dan penetapan peraturan dikelas, dalam peranannya sebagai pengelola kelas (learning manager) guru hendaknya mampu mengelola kelas sebagai lingkungan belajar serta merupakan aspek dari lingkungan sekolah yang perlu diorganisasi.
B.    Komponen Keterampilan Pengelolaan Kelas
Komponen keterampilan mengelola kelas ini pada dasarnya terbagi dua yaitu :
1.   Keterampilan yang berhubungan dengan penciptaan dan pemiliharaan kondisi belajar yang optimal, meliputi :
a.      Menunjukkan sikap tanggap
Sikap tanggap ini dapat ditunjukkan oleh guru untuk membuktikan bahwa ia ada bersama dengan para siswanya, memberikan perhatian, sekaligus mengontrol kepedulian dan ketidakacuan para siswanya. Sikap tanggap ini dapat dilakukan dengan cara memandang secara seksama, gerak mendekati, memberi pernyataan serta memberikan reaksi atas gangguan dan ketidakacuan siswa dalam bentuk teguran[7].
b.      Membagi perhatian
Pengelolaan kelas yang efektif dapat terjadi jika guru mampu membagi perhatian kepada beberapa kegiatan dalam waktu yang sama, dengan cara :
Ø    Visual, mengalihkan pandangan dari satu kegiatan ke kegiatan yang lain dengan kontak pandang terhadap kelompok siswa atau seorang siswa secara individual.
Ø     Verbal, dengan cara memberikan komentar, penjelasan, pertanyaan dan sebagainya terhadap aktivitas seorang siswa sementara ia memimpin kegiatan siswa yang lain.
c.      Memusatkan perhatian kelompok
Kegiatan siswa dalam belajar dapat dipertahankan jika guru mampu memusatkan perhatian siswa untuk melakukan tugas secara berkelompok atau bekerjasama. Memusatkan dapat dilakukan dengan cara :
Ø      Memberikan tanda, misalnya dengan menciptakan atau membuat situasi tentang suatu hal sebelum menyampaikan materi.
Ø      Menuntut tanggung jawab, atas keterlibatan siswa dalam suatu kegiatan, baik dalam melaporkan hasil kerja kelompok, memperagakan sesuatu atau memberikan tanggapan.
d.      Memberikan petunjuk-petunjuk yang jelas
Guru harus seringkali memberikan arahan dan petunjuk yang jelas dalam proses pembelajaran, sehingga siswa tidak kebingungan.
e.      Menegur
Apabila terjadi penyimpangan dan pelanggaran tingkah laku siswa sehingga mengganggu proses pembelajaran didalam kelas, maka guru hendaknya memberikan teguran dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut :
Ø   Tegas dan jelas teruju kepada siswa yang mengganggu.
Ø   Menghindari peringatan yang kasar dan menyakitkan.
Ø   Menghindari ocehan atau ejekan, lebih-lebih yang berkepanjangan.
f.        Memberi penguatan
Untuk menanggulangi siswa yang mengganggu atau tidak melakukan tugas, maka penguatan dapat diberikan sesuai dengan masalah yang muncul.
2.   Keterampilan yang berhubungan degan pengembalikan kondisi belajar yang optimal, meliputi:
a.      Modifikasi perilaku
Modifikasi perilaku menurut Bootzin (merupakan usaha untuk menerapkan prinsip-prinsip proses belajar maupun prinsip-prinsip psikologi hasil eksperimen lain pada perilaku manusia. Dalam perspektif behaviorist modidifikasi perilaku didefinisikan sebagai penggunaan secara sistematis teknik kondisioning pada manusia untuk menghasilkan perubahan frekuensi perilaku sosial tertentu atau tindakan mengontrol lingkungan perilaku tersebut[8].
b.      Melakukan pendekatan pemecahan masalah kelompok,
Ø      Memperlancar terjadinya kerjasama yang baik dalam pelaksanaan tugas
Ø       Memeliharah kegaiatan-kegiatan kelompok
Ø      Menemukan dan memecahkan tingkah laku yang menimbulkan masalah
Seorang guru harus memaksimalkan untuk memecahkan masalah tersebut dengan seperangkat cara untuk mengendalikan perilaku siswa tersebut.
C.    Prinsip-prinsip Keterampilan Pengelolaan Kelas
Menurut Djamarah dan Uzer Usman Prinsip-prinsip pengelolaan kelas itu mencakup hal-hal sebagai berikut:
1.      Hangat dan Antusias
Guru harus menunjukan sikap hangat dan antusias dalam mengajar, apalagi ketika berhubungan dengan siswa. Kehangatan dan keantusiasan yang diperlihatkan oleh guru akan mendatangkan keberhasilan dalam mengimplementasikan keterampilan pengelolaan kelas.
2.      Tantangan
Pengunaan kata-kata, tindakan,atau cara mengajar yang menantang akan meningkatkan gairah siswa untuk belajar.
3.      Bervariasi
Kemampuan guru dalam menerapkan keterampilan mengadakan variasi dalam mengajar juga merupakan salah satu cara yang dapat digunakan untuk mencapai pengelolaan kelas yang efektif dan menghindari kejenuhan.
4.      Keluwesan
Guru yang luas dan tidak kaku dalam menerapkan strategi pembelajaran, juga salah satu prinsip pengelolaan yang baik.
5.      Penekanan Pada hal-hal yang Positif
Ini berarti bahwa penguatan positif harus lebih didahulukan dari pada penguatan negatif.
6.      Penanaman Disiplin diri
Tujuan akhir dari keterampilan pengelolaan kelas adalah agar siswa dapat mengembangkan disiplin diri[9].
D.    Tujuan Keterampilan Pengelolaan Kelas
Keterampilan mengelola kelas bertujuan untuk :
1.    Mendorong siswa mengembangkan tingkah lakunya sesuai tujuan pembelajaran.
2.    Membantu siswa menghentikan tingkah lakunya yang menyimpang dari tujuan pembelajaran
3.    Mengendalikan siswa dan sarana pembelajaran dalam suasana pembelajaran yang menyenangkan untuk mencapai tujuan pembelajaran
4.    Membina hubungan interpersonal yang baik antara guru dengan siswa dan siswa dengan siswa, sehingga kegiatan pembelajaran menjadi efektif[10].
Tujuan pengelolaan kelas menurut Sudirman pada hakikatnya terkandung dalam tujuan pendidikan[11]. Tujuan pengelolaan kelas adalah penyediaan fasilitas bagi macam-macam kegiatan belajar siswa dalam lingkungan sosial, emosional, dan intelektual dalam kelas. Fasilitas yang disediakan itu memungkinkan siswa belajar dan bekerja. Terciptanya suasana sosial yang memberikan kepuasan, suasana disiplin, perkembangan intelektual, emosional, dan sikap serta apresiasi pada siswa. Sedangkan Arikunto  berpendapat bahwa tujuan pengelolaan kelas adalah agar setiap anak di kelas dapat bekerja dengan tertib sehingga segera tercapai tujuan pengajaran secara efektif dan efisian[12].
Menurutnya sebagai sebuah indikator dari sebuah kelas yang tertib adalah apabila:
1.     Setiap siswa terus bekerja, tidak macet artinya tidak ada anak yang terhenti karena tidak tahu ada tugas yang harus dilakukan atau tidak dapat melakukan tugas yang diberikan padanya.
2.     Setiap siswa terus melakukan pekerjaan tanpa membuang waktu artinya setiap siswa akan bekerja secepatnya supaya lekas menyelesaikan tugas yang diberikan padanya.

E.     Berbagai Pendekatan Dalam Keterampilan  Pengelolaan Kelas
Berbagai pendekatan tersebut adalah seperti dalam uraian berikut:
1.    Pendekatan Kekuasaan
Pengelolaan kelas diartikan sebagai suatu proses untuk mengontrol tingkah laku anak didik. Peranan guru disini adalah menciptakan dan mempertahankan situasi disiplin dalam kelas. Kedisiplinan adalah kekuatan yang menuntut kepada anak didik untuk mentaatinya. Di dalamnya ada kekuasaan dan norma yang mengikat untuk ditaati anggota kelas. Melalui kekuasaan dalam bentuk norma itu guru mendekatinya.
2.    Pendekatan Ancaman
Dari pendekatan ancaman atau intimidasi ini, pengelolaan kelas adalah juga sebagai suatu proses untuk mengontrol tingkah laku anak didik. Tetapi dalam mengontrol tingkah laku anak didik dilakukan dengan cara memberi ancaman, misalnya melarang, ejekan, sindiran, dan memaksa.
3.    Pendekatan Kebebasan
Pengelolaan diartikan secara suatu proses untuk membantu anak didik agar merasa bebas untuk mengerjakan sesuatu kapan saja dan dimana saja. Peranan guru adalah mengusahakan semaksimal mungkin kebebasan anak didik.
4.    Pendekatan Resep
Pendekatan resep (cook book) ini dilakukan dengan memberi satu daftar yang dapat menggambarkan apa yang harus dan apa yang tidak boleh dikerjakan oleh guru dalam mereaksi semua masalah atau situasi yang terjadi di kelas. Dalam daftar itu digambarkan tahap demi tahap apa yang harus dikerjakan oleh guru. Peranan guru hanyalah mengikuti petunjuk seperti yang tertulis dalam resep.
5.    Pendekatan Pengajaran
Pendekatan ini didasarkan atas suatu anggapan bahwa dalam suatu perencanaan dan pelaksanaan akan mencegah munculnya masalah tingkah laku anak didik, dan memecahkan masalah itu bila tidak bisa dicegah. Pendekatan ini menganjurkan tingkah laku guru dalam mengajar untuk mencegah dan menghentikan tingkah laku anak didik yang kurang baik. Peranan guru adalah merencanakan dan mengimplementasikan pelajaran yang baik.
6.    Pendekatan Perubahan Tingkah Laku
Sesuai dengan namanya, pengelolaan kelas diartikan sebagai suatu proses untuk mengubah tingkah laku anak didik. Peranan guru adalah mengembangkan tingkah laku anak didik yang baik, dan mencegah tingkah laku yang kurang baik. Pendekatan berdasarkan perubahan tingkah laku (behavior modification approach) ini bertolak dari sudut pandangan psikologi behavioral.
7.    Pendekatan Sosio-Emosional
Pendekatan sosio-emosional akan tercapai secarta maksimal apabila hubungan antar pribadi yang baik berkembang di dalam kelas. Hubungan tersebut meliputi hubungan antara guru dan siswa serta hubungan antar siswa. Didalam hal ini guru merupakan kunci pengembangan hubungan tersebut. Oleh karena itu seharusnya guru mengembangkan iklim kelas yang baik melalui pemeliharaan hubungan antar pribadi di kelas. Untuk terrciptanya hubungan guru dengan siswa yang positif, sikap mengerti dan sikap ngayomi atau sikap melindungi.
8.    Pendekatan Kerja Kelompok
Dalam pendekatan in, peran guru adalah mendorong perkembangan dan kerja sama kelompok. Pengelolaan kelas dengan proses kelompok memerlukan kemampuan guru untuk menciptakan kondisi-kondisi yang memungkinkan kelompok menjadi kelompok yang produktif, dan selain itu guru harus pula dapat menjaga kondisi itu agar tetap baik. Untuk menjaga kondisi kelas tersebut guru harus dapat mempertahankan semangat yang tinggi, mengatasi konflik, dan mengurangi masalah-masalah pengelolaan.
9.    Pendekatan Elektis atau Pluralistik
Pendekatan elektis (electic approach) ini menekankan pada potensialitas, kreatifitas, dan inisiatif wali atau guru kelas dalam memilih berbagai pendekatan tersebut berdasarkan situasi yang dihadapinya. Penggunaan pendekatan itu dalam suatu situasi mungkin dipergunakan salah satu dan dalam situasi lain mungkin harus mengkombinasikan dan atau ketiga pendekatan tersebut. Pendekatan elektis disebut juga pendekatan pluralistik, yaitu pengelolaan kelas yang berusaha menggunakan berbagai macam pendekatan yang memiliki potensi untuk dapat menciptakan dan mempertahankan suatu kondisi memungkinkan proses belajar mengajar berjalan efektif dan efisien. Guru memilih dan menggabungkan secara bebas pendekatan tersebut sesuai dengan kemampuan dan selama maksud dan penggunaannnya untuk pengelolaan kelas disini adalah suatu set (rumpun) kegiatan guru untuk menciptakan dan mempertahankan kondisi kelas yang memberi kemungkinan proses belajar mengajar berjalan secara efektif dan efisien.

















BAB III
PENUTUP
A.     KESIMPULAN
1.      Pengertian keterampilan pengelolaan kelas adalah keterampilan atau kemampuan sebagai upaya mendaya gunakan potensi kelas yang dilakukan penanggung jawab kegiatan belajar mengajar yaitu guru (pendidik) agar tercipta atau tercapai suatu kondisi optimal sehingga kegiatan belajar mengajar dapat tercapai tujuan pembelajaran yang diinginkan
2.      Komponen keterampilan mengelola kelas ini pada dasarnya terbagi dua yaitu :
a)     Keterampilan yang berhubungan dengan penciptaan dan pemiliharaan kondisi belajar yang optimal(prefentif)
b)     Keterampilan yang berhubungan degan pengembalikan kondisi belajar yang optimal(represif)
3.       Prinsip-prinsip pengelolaan kelas itu mencakup hal-hal sebagai berikut:
a)     Hangat dan Antusias
b)     Tantangan
c)      Bervariasi
d)     Keluesan
e)     Penekanan pada hal-hal positif dan
f)        Penekanan disiplin diri
4.      Secara umum tujuan pengelolaan kelas adalah penyedian fasilitas bagi bermacam-macam kegiatan belajar siswa dalam lingkungan sosial, emosional, dan intelektual dalam kelas.
5.      Berbagai macam pendekatan dalam keterampilanpengeloln kelas, yaitu:

1 komentar: