Senin, 12 Maret 2012
saatnya mengerti siapa diri kita.........?
sahabatku...apabila kita mau menggunakan akal yang sudah dikaruniakan oleh Allah ini kepada kita, yang dengannya kita menjadi makhluk Allah yang berbeda dari makhluk Allah yang lain, maka kita akan sampai pada satu kesimpulan ketika kita mengamati fakta manusia, alam semesta dan kehidupan ini, bahwa pasti... ada Sesuatu yang ada di balik tiga hal tadi. Sesuatu yang telah menciptakan semua hal tadi, dari tidak tidak ada menjadi ada, karena tidak mungkin manusia itu mengadakan dirinya sendiri, demikian pula gunung, tumbuhan, hewan, laut dan seterusnya.
Karena mereka semua bersifat terbatas, tentu harus ada Dzat yang menciptakan mereka semua, dimana Dzat tersebut harus berbeda dengan makhluk yang diciptakan-Nya, Dia tidak boleh bersifat terbatas. Dia adalah Tuhan Yang Maha Pencipta dan juga Maha Pengatur atas segala sesuatu, sehingga kita bisa melihat betapa teraturnya makhluk-makhluk ciptaan Tuhan ini berjalan. Seperti tata surya kita yang berjalan begitu teratur, matahari, bumi, bulan dan planet-planet lainnya berjalan sesuai dengan lintasannya masing-masing dan tidak pernah bertabrakan satu sama lainnya.
Sehingga sangatlah logis kalau kita pun setelah diciptakan oleh-Nya tidak pernah dibiarkan begitu saja…..mau hidup dengan model apa? Makan apa? Dan tetap hidup atau mati? Ketika kita diciptakan oleh Allah SWT, Pencipta kita, Yang Maha Pengatur tadi juga disertakan aturan-aturan yang harus kita pakai dalam menjalani kehidupan ini. Agar kita bisa hidup sebagaimana tujuan kita diciptakan oleh-Nya. Karena sebagai Pencipta kita tentulah Allah Maha Tahu juga atas segala detail dan hakikat diri kita : apa yang bisa membahayakan kita dan apa yang bisa membahagiakan kita. Kehidupan manusia akan kacau dan tidak berjalan sebagaimana tujuan dia diciptakan kalau selama menjalani kehidupan ini manusia tidak diatur dengan aturan-aturan dari Penciptanya.
Oleh karena itu, kita butuh seseorang yang bisa menyampaikan aturan-aturan-Nya dan menunjukkan kepada kita bagaimana kita menyelesaikan masalah kehidupan kita menggunakan aturan-aturan hidup tadi. Seseorang yang telah diutusnya untuk membawa firman-firman-Nya (Al-Qur'an), yang berisi perintah dan larangan-Nya juga ancaman dan kabar gembira-Nya. Al-Qur'an mempunyai gaya bahasa yang tinggi, yang mengabarkan tidak hanya kejadian-kejadian di masa sekarang, namun juga di masa lampau juga di masa yang akan datang. Yang terjamin kebenaran dan keasliannya sepanjang zaman. Yang terbukti tidak pernah disamai oleh para penyair manapun dan tidak pernah bisa dirubah dan disusupi oleh satu katapun selain dari firman-Nya, karena Allah sendirilah yang akan menjaganya.
"Diturunkan kitab ini dari Allah yang Maha Perkasa lagi maha Bijaksana" (QS Al Ahqaaf : 2)
"Sesungguhnya kami telah menurunkan peringatan dan kamilah yang akan menjaganya" (QS Al Hijr:9)
Berdasarkan pengkabaran dari Al-Qur'an yang bisa kita buktikan kebenarannya bahwa ia adalah benar-benar kitab yang berisi kalam Allah yang telah terjamin kebenarannya secara mutlak karena berasal dari Dzat yang Maha Benar, akan kita dapatkan informasi tentang kejadian manusia, kehidupan dan alam semesta ini. Sebagaimana yang tercantum dalam ayat dibawah ini :
"Hai manusia jika kamu dalam keraguan tentang kebangkitan (dari kubur), maka (ketahuilah) sesungguhnya Kami telah menjadikan kamu dari tanah, kemudian dari segumpal darah, kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna kejadiannya, agar Kami jelaskan kepada kamu dan kami tetapkan dalam rahim, apa yang kami kehendaki sampai waktu yang sudah ditentukan, kemudian Kami keluarkan kamu sebagai bayi, kemudian (dengan berangsur-angsur) kamu sampailah kepada kedewasaan, dan diantara kamu ada yang diriwayatkan dan (ada pula) diantara kamu yang dipanjangkan umurnya sampai pikun, supaya dia tidak mengetahui lagi sesuatau pun yang dahulu telah diketahuinya…" (QS Al Hajj 5)
"Dialah yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu, dan langit sebagai atap, dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rezeki untukmu; karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah, padahal kamu mengetahui." (QS Al Baqoroh : 22)
Jadi jelas sudah bahwa kita, alam semesta dan kehidupan ini adalah semuanya berasal dari Allah SWT, bukan ada dengan sendirinya atau diadakan oleh sesuatu selain Allah. Ini adalah hal prinsip yang harus kita yakini karena terkait dengan pengakuan kita secara pasti bahwa Allah adalah Pencipta kita. Dengan pengakuan yang kuat, yakin 100% tanpa ada keraguan berarti kita disebut beriman kepada Allah, Muhammad adalah utusan Allah, yang datang dengan membawa Al Qur'an yang semata-mata merupakan kalam (perkataan) Allah.
Dan ternyata, Allah yang telah menciptakan kita bersumpah :
"Maka demi Rabb-mu, mereka itu (pada hakekatnya) tidak beriman sebelum mereka menjadikan engkau (Muhammad) sebagai hakim (Pemutus) atas segala permasalahan yang timbul diantara mereka, kemudian tidak ada rasa keberatan dihati mereka terhadap putusan yang engkau berikan, dan mereka menerima (pasrah) dengan sepenuhnya" (QS An Nisaa : 65)
Ayat diatas menunjukkan bahwa ketika kita mengaku beriman, maka konsekuensinya kita harus mau mengambil seluruh aturan yang telah diturunkan Allah melalui Rosul-Nya untuk mengatur segala aspek kehidupan kita, dan kita mengambil aturan tadi dengan penerimaan sepenuh hati tanpa ada rasa keberatan.
"Dan tidaklah Aku ciptakan Jin dan Manusia kecuali hanya untuk beribadah kepada-Ku" (QS Adz Dzariyat : 56)
Maka untuk beribadah kepada Allah-lah kita dihidupkan didunia ini. Dengan cara melaksanakan segala apa yang diperintahkan oleh Allah dan meninggalkan segala apa yang dilarang-Nya, dan ingat! Itu adalah konsekuensi dari keimanan kita kepada Allah. Dan terakhir, satu hal yang pasti bahwa segala sesuatu didunia tidak ada yang bersifat abadi, mereka pasti akan berakhir karena mereka adalah makhluk yang penuh dengan keterbatasan yang tidak bisa menolak ketika maut atau hari akhir tiba. Kitapun demikian, sebagai manusia yang telah diciptakan oleh Allah pada masanya nanti akan dimatikan oleh-Nya dan akan dikembalikan lagi kepada-Nya.
"Mengapa kamu kafir kepada Allah, padahal kamu tadinya mati, lalu Allah menghidupkan kamu, kemudian kamu dimatikan dan dihidupkannya kembali, kemudian kepada-Nyalah kamu dikembalikan" (QS Al Baqarah : 28)
Setelah sekian lama kita diberi kenikamatan hidup, maka kita akan kembali menemui-Nya untuk mempertanggungjawabkan apa yang kita perbuat.. Jadi, kalau kita sadar bahwa kita akan ditanya tentang apa yang kita lakukan didunia, tentu kita tidak akan pernah bermain-main dalam menjalankan hidup ini. Karena tujuan akhir dari hidup kita tidak berupa kehidupan didunia saja tapi setelah kehidupan dunia ada kehidupan yang lebih kekal dan abadi, disanalah ditentukan nasib kita apakah mendapat ridho Allah dan surga-Nya atau mendapat murka dan neraka-Nya. Maka, semestinya kita menjadikan ridho Allah sebagai tujuan akhir dari segala tujuan amal perbuatan kita di dunia ini.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar